puisi
C1N+4
D4L4M D14M
Oleh:
alkadri ajwan
Kini
tertitih dalam rindu.
Ingin mengungkapkan sepatah narasi.
Yang
akan terkabar oleh angin.
Dan menyampaikan sejuta ungkapan tanda tanya.
Kau
yang seperti rembulan.
Diam
tapi memancarkan cahaya kalbu.
Menitip
pesan ini pada kalbu yang berjalan pergi tanpa kabar.
Kapan
cinta dalam diam,ini mendapatkan jawabanmu.
Kutulis
syair ini,bercampuran ungkapan.
Bahwa
hati ini memangil untuk di satukan.
Aku ingin menyapamu,dengan sejuta perasaan.
Dengan
apa aku mengungkapkannya,sedangkan selir musim cepat berganti.
Cinta dalam diam untuknya yang kini hanya
sepengal simbol.
Berharap,dan
berharap kau membalas lewat angin supoi-supoi.
Gendewa
hati mulai resah.
Tak
tau,ataupun tak bertanya,untuk terminang dalam satu ikatan suci.
Aku
gigil,aku takut,aku tak tau apa yang harus ku perbuat.
Agar cinta dalam diam ini,tersampaikan dan
terjawabkan.
Begitu
cara demi cara semua terlantunkan.
Tetapi
tak teruji,tak terucapkan lewat dia. Iya,,,,yang selalu terindu. Dalam
benak,yang tak tersampaikan.
Komentar
Posting Komentar